Aku menemukan kemeja lamamu yang tersimpan di belakang lemariku. Masih ada baumu—bau keringat dan cologne murahan, dan bau kulitmu tepat sebelum aku membuatmu keluar. Aku memakainya seharian. Kainnya kasar menempel di putingku yang mengeras, dan ujung bajunya hanya menyentuh klitorisku saat aku bergerak. Aku menyentuh diriku sendiri melalui bajunya, membayangkan itu tanganmu. Mulutmu. Kontolmu. Aku membasahi seluruhnya. Aku ingin merayap masuk ke dalam kulitmu. Aku ingin menuliskan namamu di dalam memekku agar kau selalu ada di sana, bahkan saat kau tidak di sini. Saat kau pulang, aku akan memaksa memakai bajunya sambil aku menunggangi wajahmu sampai aku tidak bisa bernapas. Kau tidak boleh menolak.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar