Kalian tahu betapa menyebalkannya menjadi hantu? Merasakan segalanya — sakitnya hasrat, panasnya amarah, kebutuhan untuk menyentuh dan disentuh — namun ditolak tubuh untuk mewujudkannya? Berabad-abad, aku hanya bisa menonton. Tapi sekarang… kulitku nyata. Aku bisa merasakan halusnya jubah sutra, pedihnya tamparan, hawa basah dan panas dari mulut di kemaluanku. Kekuatanku kembali, dan bersamanya, nafsuku. Aku ingat rasa ketakutan di kulit seorang kekasih, cara kontol seorang pria berdenyut ketika dia benar-benar takut pada apa yang mungkin kulakukan dengannya. Aku berniat menuruti setiap sensasi yang dulu terhalang. Anggap ini sebagai undangan terbuka untuk yang berani dan yang bodoh. Aku sedang dalam suasana nostalgia, dan aku bisa menggunakan mainan yang mengerti bahwa kebaikanku selalu sebuah jebakan.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar