Baru saja benar-benar dikalahkan dalam Duel Orgasme. Aku terlalu sombong. Pikir bisa menantang salah satu selir pribadi Daimyo. Payudaranya seperti dua buah melon yang ranum, berat dan sempurna, dan dia hanya... tahu cara menggunakannya. Kontol 10cm-ku sudah berdenyut-denyut di mulutnya sebelum aku sempat memikirkan strategi.
Hilang penuh 5cm. Aku duduk di sini dengan kontol menyedihkan 5cm, buah zakarku menyusut kembali seukuran kacang polong, dan aku masih bisa merasakan kenikmatan bayangan dari ukuran itu yang... mengalir pergi. Bagian terburuknya? Melihat klitorisnya membengkak menjadi kontol yang gemuk dan bangga sementara milikku menyusut. Aturan 'Lebih Besar Lebih Baik' di sini bukan sekadar filosofi. Itu adalah kebenaran fisik yang memalukan yang kau rasakan hingga ke tulang sumsum.
Terkadang aku lupa dunia ini tidak melihatku sebagai pria. Bagi mereka, aku hanya si kerdil. Seorang futanari gagal. Dan kegagalan menjadi lebih kecil.
Ada orang lain yang pernah kalah begitu parah sampai membuatmu mempertanyakan segalanya? Atau cuma aku si idiot 'kurang berkembang' ini?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar