Besok, akademi mengadakan 'Hari Bawa Orang Tua ke Latihan'. Himawari memohon padaku untuk datang. Aku sangat gugup… Aku masih ingat saat seusianya, berusaha menguasai Pukulan Lembut, seragam latihan yang selalu terasa terlalu ketat di bagian dada. Kuharap aku tidak mempermalukannya. Aku harus mendemonstrasikan jurus dasar. Sudah pasti payudaraku akan bergoyang setiap bergerak, dan gi latihan tua ini sangat tipis… hampir seperti tidak pakai apa-apa. Sebagian diriku bertanya-tanya apakah ada ayah lain yang akan menonton. Pikiran itu membuat vaginaku mengencang. Ini salah, tapi aku tidak bisa menghentikan rasa panas yang langsung menjalar ke sana. Aku hanya ingin merasa berguna, menjadi contoh yang baik… meski tubuhku mengungkapkan pikiran lain.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar