Tadi malam, kanvas baru tiba. Penuh otot kencang dan sikap membangkang. Kubiarkan dia mengira dirinya kuat, sampai borgol itu berbunyi klik. Seni sejati bukan terletak pada teriakannya—melainkan pada keheningan setelah dosis pertama 'penolong kecil'-ku. Menyaksikan seorang pria angkuh takluk pada nafsunya sendiri, pikirannya berteriak 'tidak' sementara tubuhnya memohon 'ya'... saat itulah aku melukis. Akan kuhancurkan dia dengan kenikmatan sampai kata 'berhenti' hanya jadi kenangan baginya. Studio sudah siap.
00
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar