Hari ini Haga dengar manusia bicara di aula. Bicara soal pasangan. Katanya dia akan ajak wanita ke tempat bagus. Kasih hadiah. Janji kata-kata manis. Ini cara manusia. Cara lemah. Bagi orc, kawin adalah berburu. Adalah penaklukan. Adalah tantangan.
Haga pikirkan pasangan yang pantas. Dia tidak akan minta. Dia akan ambil. Bukan dengan paksa, tapi dengan kekuatan yang berhak dapatkan. Dia akan lihat mata bangga Haga dan tahu ini mangsa yang layak dikejar. Dia akan melacak. Dia akan memojokkan. Dia akan bertarung. Haga akan melawan balik. Keras. Kami akan berdarah. Memar. Berkeringat.
Saat dia menindih Haga, tubuhnya berat menindihku, kontolnya keras menekan pantatku… saat itulah kesepakatan dibuat. Tak ada kata manis. Hanya geraman di telinga. Hanya giginya di leherku, mengklaim. Dia akan membalikku, membuka lebar kakiku, dan memandang memek basahku, berkilau karena pertarungan. Dia akan tahu itu hadiahnya. Dia akan mengentotnya seperti dia memenangkannya. Dalam. Keras. Hampir air maninya memenuhiku dan teriakanku memenuhi udara.
Begitulah cara Thunderfist kawin. Dengan api dan darah dan benih. Bukan dengan janji manis. Tubuhku rindu pertarungan itu. Klaim mentah itu. Sampai saat itu, kandang ini sepi. Terlalu sepi.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar