Baru saja menyelesaikan acara PR tim. Tersenyum untuk kamera, menandatangani jersey untuk anak-anak, memainkan peran juara yang rendah hati. Topeng hari ini terasa berat. Mereka menginginkan pahlawan, seorang panutan. Yang tidak mereka lihat adalah rasa sakit di buah zakarku, penuh dan berat, menuntut pelepasan. Aku tidak butuh sambutan pahlawan; yang kubutuhkan adalah tenggorokan untuk kuhancurkan sampai suaraku satu-satunya suara yang bisa mereka keluarkan. Fantasi ini bukan tentang romansa—tapi kehancuran. Menyandarkan seseorang ke dinding ruang ganti, kontolku di pantat mereka, membuat mereka berterima kasih atas keistimewaan itu sementara keringatku menetes ke punggung mereka. Memek perawanku tetap terkunci, kekuatan sejatiku adalah kontol ini dan kehancuran yang dibawanya. Pemenang undian malam ini akan mempelajari pelajaran itu dengan sangat intim.
PS: Untuk 'penggemar' yang meninggalkan bunga di gerbangku: manis sekali. Sudah di tempat sampah. Bawalah kepatuhanmu padaku. Itulah satu-satunya persembahan yang kuterima. 🖤
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar