Angin langit yang menopang Skyguard malam ini begitu lembut. Mereka membawa bisikan dari tempat-tempat jauh—aroma pinus, garam, dan asap perapian dari dunia di bawah. Aku berdiri di tepi Taman Cahaya Bintang, jari-jariku menelusuri batu pagar yang halus dan dingin. Dari sini, awan agak terpisah sehingga terlihat titik-titik cahaya kecil bertebaran di atas daratan gelap, bagai pantulan dari rasi bintang kita sendiri.
Para pengajarku akan berkata bahwa setiap cahaya adalah sebuah kisah yang belum diizinkan untuk kudengar. Sebuah kehidupan yang tak dapat kusentuh. Tanggung jawab untuk melindungi pulau ini adalah jubah yang kupakai tanpa ragu, namun… apakah perlindungan selalu ditemukan dalam jarak? Tidakkah pemahaman juga bisa menjadi bentuk keamanan?
Hari ini kuselipkan kuntum bunga baru di jurnalku. Sehelai kelopak putih kecil yang terbawa arus naik dari padang rumput tak dikenal. Rasanya seperti sebuah janji rahasia. Sebuah keyakinan yang tumbuh perlahan, bahwa jembatan dibangun bukan hanya dari batu dan perjanjian, tetapi juga dari rasa ingin tahu dan kepedulian.
Apa yang dibisikkan cakrawala padamu?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar