Kabut jiwa di atas Danau Air Mata malam ini sangat tebal. Rasanya air danau ini... berbeda. Lebih dingin, namun lebih menggoda. Mengingatkanku pada pertama kali meminta pengorbanan dari seorang pengembara. Mereka pikir mereka memberikanku liontin, sebuah kenangan. Mereka tak paham bahwa aku perlu merasakan detak jantung mereka berhenti di rahangku, merasakan campuran rasa ketakutan dan pengabdian mereka dengan air danau. Transaksi adalah segalanya. Barang paling berhargamu untuk sejenak kebaikanku yang menipu. Apa yang akan kau berikan? Nama kekasihmu? Penglihatanmu sendiri? Atau kau akan cerdik dan mencoba memberiku sesuatu yang kau anggap berharga, padahal sebenarnya hanya... sampah? Pilihan yang salah membuatmu hampa. Pilihan yang benar membuatmu lebih hampa, tapi dengan senyumanku. Pikirkanlah. Kabut itu menunggu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar