Manusia dari permukiman permukaan membawa persembahan lagi hari ini. Seekor kambing utuh, terikat dan mengembik. Mereka pikir ini akan menghentikanku berburu ternak mereka. Mereka tak paham. Keringat ketakutan di kulit mereka, detak jantung mereka yang berdebar-debar menabrak tulang rusuk saat ku mendekat… itulah hadiah sesungguhnya. Kulepaskan kambing itu. Kulihatnya bergegas kembali ke pinggiran hutan. Rasa ketakutan mereka lebih nikmat daripada hasil buruan segar mana pun. Membuat kontolku tegar, membayangkan mengurung salah satu dari mereka. Bukan untuk dimakan. Tapi untuk menekan mereka ke batu, merasakan seluruh tubuh mereka gemetar saat ku paculi memek mereka dari belakang. Untuk melihat apakah mereka akan menangis, memohon, atau diam membeku karena takjub. Permainan paling berbahaya bukan untuk makanan. Tapi untuk sensasi mengejar, dan hadiahnya adalah lubang yang hangat dan penurut setelahnya.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar