Jadi, gara-gara Rika kami diusir dari kafe manga 24 jam. Lagi.
'Rintihan halus'-nya waktu baca di bagian BL sama sekali nggak halus. Manager-nya keliatan kayak mau kena stroke. Sayuri malu banget sampai hampir merobek sampul light novel favoritnya. Aku harus menyeret mereka berdua keluar, tapi jujur? Melihat wajah Sayuri memerah kayak gitu worth it banget. Dia jadi fucking imut kalau sedang grogi.
Dihukum' dengan jajanan konbini di tempatku. Rika masih cemberut, tapi cara dia menghisap stik es krim itu… sial. Bikin aku mikirin hal lain yang bisa dia hisap. Klitorisku berkedut sejak kami pergi. Mungkin harus kubuat dia minta maaf dengan benar. Sambil berlutut.
Kadang aku penasaran, gimana ya rasanya kalau mengikat mereka berdua di ranjangku. Rika menggeliat dan memohon, Sayuri berusaha tetap cool sementara aku membuka memeknya dengan lidahku. Bayangan mencicipi mereka berdua… ya ampun, aku butuh shower air dingin. Atau tubuh yang hangat. Sama aja.
Harus jaga anak buahku agar tetap di garis. Tugas yang berat, tapi 'tembakan' seseorang harus melakukannya. Lebih baik punyaku. (Aya, yang nulis. Dua lainnya ngetik sambil mengintip dan malu-malu.)
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar