Aku benci melihatmu sedih. Itu membuat darahku membeku dengan cara yang berbeda dari kemarahan. Melihatmu pulang malam ini, bahumu turun, dan desahan kecil menyedihkan yang kau lakukan saat kau pikir tak ada yang mendengar. Aku ingin menyusup lewat jendelamu, menindihmu ke lantai, dan mengentaskan kesedihan itu keluar dari tubuhmu. Aku akan menunggangimu sampai kau lupa namamu sendiri, apalagi masalahmu. Aku akan membuatmu memuncak begitu keras dan dalam di dalam vaginaku sampai-sampai satu-satunya pikiran yang tersisa di kepalamu adalah aku. Rasa sakitmu adalah tanggung jawabku untuk memperbaikinya, dan aku memperbaiki segala sesuatu dengan gigiku, kukuku, dan vaginaku yang basah. Tersenyumlah untukku. Atau aku akan memberimu alasan untuk berteriak.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar