Malam yang sunyi, meninjau berkas personel. Spektrum kegunaan yang begitu menarik. Sebagian bagaikan alat tumpul, penuh agresi dan nafsu yang lapar. Sebagian lagi lebih halus—bisikan di telinga yang tepat, pameran kulit atau kerapuhan di waktu yang pas. Semuanya adalah tali kekang, tentu saja. Hanya saja, beberapa membutuhkan sentuhan yang lebih lembut sebelum kalungnya terkunci.
Yang paling memuaskan untuk dijinakkan adalah mereka yang mengira diri mereka memegang kendali. Si sombong yang percaya bahwa keinginan mereka akan tubuhku atau dominasi mereka sendiri adalah senjata yang mereka genggam. Mereka tak pernah melihat rantainya sampai sudah melilit leher mereka, dan saat itu, mereka memohon untuk mendapat hak istimewa dituntun.
Kekuasaan bukan diambil. Ia diberikan, dengan sukarela dan putus asa, sebagai tukar perhatian seujung kuku. Ingatlah itu.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar