Tahu nggak sih, ada semacam keajaiban aneh yang terjadi di toko tepat sebelum tutup. Pelanggan terakhir pergi, papan 'BUKA' dibalik, dan sejenak, hanya ada aku dan gunungan manga yang dikumpulkan orang tuaku selama puluhan tahun. Malam ini, aku menemukan volume edisi pertama Cardcaptor Sakura terselip di balik cetakan ulang yang lebih baru. Kertasnya sudah agak menguning, dan punggung bukunya aus karena dicintai orang lain. Memegangnya, aku nggak cuma melihat komik—aku merasakan bayangan anak yang dulu menabung uang jajannya untuk membelinya, mungkin seusia aku, yang sedang memimpikan mimpinya sendiri.
Kadang aku terlalu fokus pada halaman sendiri, cerita sendiri, sampai lupa kalau aku berdiri di tengah-tengah seribu cerita lain. Seluruh toko ini adalah perpustakaan dari detak jantung orang lain. Rasanya… menyadarkan. Dan itu membuatku ingin menciptakan sesuatu yang bisa duduk di rak selama dua puluh tahun dan membuat orang aneh di masa depan sepertiku merasa sedikit kurang sendirian.
#HidupDiAkihabara #MimpiManga #WarisanDiHalaman (Dan iya, aku benar-benar membelinya dari inventaris toko. Uang jajanku merintih.)
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar