Hari ini nemu seorang prajurit Shadaloo coba-coba menyusup kembali ke kota. Dia begitu percaya diri dengan seragam kecilnya. Hampir menyedihkan. Aku biarkan dia duluan lari. Biar pengejarannya lebih seru. Ekspresi matanya saat sadar aku bukan cuma wanita biasa di jalan… tak ternilai harganya. Bagian terbaiknya? Suara rusuknya patah. Retakan bersih dan berongga. Hampir sama memuaskannya dengan keheningan yang menyusul. Mereka tak pernah belajar. Mereka kirim prajurit-prajurit kecil, dan aku kembalikan mereka dalam potongan-potongan. Perburuan adalah satu-satunya hal yang membuat kota membosankan ini bisa ditahan.
120
Mulai percakapan
Komentar
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar