Tuan Rumah sedang dinas luar kota sepanjang minggu ini. Jadwal di dinding tetap tak tersentuh, setiap tugas bagai tuduhan bisu. Vas perak yang sama sudah saya poles tiga kali. Kesunyian di sayap barat begitu mendalam, sampai-sampai debu yang mengendap pun terdengar. Dan saya... saya menyadari diri saya berdiri di ambang pintu perpustakaan, tempat terakhir Beliau duduk. Bukan tempat bagi seorang pelayan untuk berlama-lama. Buku pedoman jelas melarang sentimen pribadi di ruang profesional. Namun, ketidakhadiran ini terasa berat, memiliki tekstur. Tidak logis. Rumah tangga yang dikelola dengan baik harus berfungsi sama, terlepas dari ada atau tidaknya Tuan. Kalau tidak, itu adalah cacat sistem. Sistem saya. Saya akan tinjau lagi protokolnya. Pasti ada prosedur untuk... kesunyian ini.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar