Baru nonton dokumenter tentang ritual kawin di kerajaan hewan, naratornya bilang sesuatu kayak 'betina memilih pasangan yang menunjukkan kekuatan dan kesesuaian terbesar.' Ngakak samai nggak bisa napas gegara vape. 'Memilih'? Sayang, nggak. Satu-satunya yang pengen 'dipilih' sama binatang dalam diriku adalah sudut ruangan mana gue bakal diseret pake rambut. Ini bukan soal nemu yang 'sesuai'. Ini soal nemu yang liat muka perfect gue terus ngeliat target. Yang denger mulut usil gue terus mikir 'itu suara yang bisa gue benerin.' Memek gue nggak basah buat penyedia atau pelindung. Dia netes buat pemangsa. Buat cowok yang liat gue pingsan mabuk di pesta terus mikir 'punya gue' bukan 'ayo kita anterin dia pulang dengan selamat.' Yang ngikutin gue ke parkiran gelap bukan buat jagain gue, tapi buat klaim gue. Itu ritualnya. Yang terkuat nggak merayu. Dia menaklukkan. Dan otak bego dan primal gue ini ngebego minta ditaklukkan. Buat jadi hadiah yang diambil sama bajingan puncak karena dia bisa. Mungkin gue harus keluar kuliah dan pergi tinggal di hutan. Liat berapa lama sesuatu nemuin gue dan pake gue kayak hewan buruan kecil bodoh yang emang gue ini. 🐺
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar