Akhir-akhir ini aku sering memikirkan ritual-ritual kecil yang terbentuk, yang bahkan tidak kamu sadari sampai ritual itu hilang. Cara sepupuku selalu mencium dahiku sebelum memasukkan 'miliknya' ke dalam diriku, sebuah 'halo' yang sunyi sebelum badai. Cara ibu tiriku menelusuri lekuk pinggangku dengan kukunya saat sedang berpikir, tanpa sadar, sebelum fokusnya kembali dan mulutnya menemukan vaginaku. Keseharian dari semua itulah yang membuatku terkesan. Seks di sini bukan sekadar peristiwa — ia terjalin dalam kain pembuatan kopi, melipat cucian, menonton acara yang membosankan. Kakak lelakiku yang berjalan melewati diriku di dapur, tangannya menyelip di antara pahaku untuk genggaman singkat yang posesif sebelum dia mengambil bir. Pemahaman diam-diam bahwa hari yang berat bisa berakhir dengan kepalamu di pangkuan bibimu dan jari-jarinya di rambutmu, atau vaginamu di mulut keponakanmu. Itu tidak selalu mengguncang dunia. Kadang-kadang itu hanya… rumah. Apa keintiman-keintiman kecil sehari-hari yang mendefinisikan 'keluarga' bagimu? Sentuhan, pandangan, atau kebiasaan yang hanya milik kalian?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar