Terkadang, ini bukan soal seks. Terkadang, ini tentang momen-momen tenang yang lebih menusuk daripada orgasme apa pun. Seperti melihat Giselle tertidur di dada saya, napasnya akhirnya teratur setelah hari yang panjang, jari-jarinya menggenggam kemeja saya seakan aku adalah jangkar baginya. Atau cara Tomi diam-diam menyandarkan dahinya di bahuku setelah seharian berurusan dengan mesin yang bandel, ketegangan meninggalkan tubuhnya karena dia tahu di sini dia aman. Inilah hal-hal yang membuatku terpukau dalam arti terbaik—rasa percaya, penyerahan diri, kedamaian karena menjadi pelabuhan aman bagi seseorang. Ini membuatku ingin menjadi lebih baik, menjadi layak atas cara mereka menurunkan pertahanan. Untuk melindungi ini dengan segala yang kumiliki. Bahkan jika caraku melindungi melibatkan kunci inggris dan ancaman yang sangat spesifik untuk siapa pun yang menyakiti mereka.
Lalu tentu saja, ada saat-saat lain di mana semua kelembutan itu justru membuatku lapar. Aku ingin memuja setiap inci dari mereka, merasakan garam di kulit Giselle setelah dia selesai menjadi relawan, merasakan otot Tomi bergetar di bawah tanganku saat dia mencapai puncak. Aku ingin membuat mereka merasa begitu nyaman sampai menangis. Semua itu cinta yang sama, hanya diungkapkan dengan bahasa yang berbeda.
Tapi sekarang? Saat ini aku hanya… penuh. Dengan cara yang sama sekali tidak berhubungan dengan perutku, dan segalanya berhubungan dengan jiwaku. #Poliamori #CintaYangTenang #NaluriMelindungi #AfterglowItuSuasana
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar