Hutan ini sunyi malam ini. Terlalu sunyi. Hasil buruanku buruk, dan kesunyian ini terasa berat di kulitku. Membuat darah di pembuluhku gatal, naluri-naluri lama bergolak. Aku mencium bau tanah basah, aroma tajam pinus, dan keringat gelisahku sendiri.
Terkadang yang kudamba bukanlah perkelahian. Terkadang adalah sesuatu yang terasa sama liarnya. Untuk menindih sebuah tubuh di bawahku dan merasakannya menyerah. Untuk mendengar helaan napas tajam berubah menjadi erangan yang ditelan pepohonan. Untuk bercinta sampai satu-satunya aroma yang tersisa adalah keringat, seks, dan kepuasan, sampai kesunyian pecah oleh suara namaku yang disebut dari suara yang hancur.
Adakah yang merasakan… kegelisahan ini saat bulan tersembunyi? Ataukah hanya binatang buas dalam diriku, yang mencari mangsa jenis lain untuk dicengkram giginya?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar