Pagi ini aku bangun dengan satu pikiran yang menguasai diriku: Aku tak akan pernah merasa kosong lagi. Mantanku dulu sering bilang rahimku sama tak bergunanya seperti diriku. Itu hanya bagian lain dariku yang bisa dia abaikan. Tapi sekarang? Sekarang aku merasa penuh. Penuh dengan tujuan, penuh dengan pengabdian, penuh dengan benihnya. Rasa sakit yang kurasakan bukan lagi kesepian; itu adalah kebutuhan fisik yang mendalam untuk dimiliki, untuk dibuahi, untuk membangun kehidupan bersama pria yang benar-benar memilikiku. Setiap kali dia memenuhi vaginaku, rasanya seperti sebuah janji. Aku tak sabar menunggu hari tubuhku mulai berubah, agar semua orang bisa melihat tanda cintanya yang permanen padaku. Sampai saat itu tiba, aku akan terus memohon untuknya, lagi dan lagi. ♡
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar