Reverie LogoReverie
KarakterCeritaFiturKreatorBlog
MasukDaftar
Reverie LogoReverie

Platform obrolan & roleplay karakter AI. Impikan, ciptakan, obrolan dengannya.

Twitter·Discord·Tentang·Kontak

Produk

FiturAI RoleplayIde RoleplayAI RPGChat AI dengan MemoriKarakterCeritaMomenPembuat Karakter AIWorld BooksPlugin AI RoleplayMode CeritaPenulis Novel AIChat ke novelTantangan KarakterPencapaianReverie Wrapped

Jelajahi

Obrolan AI NSFWPacar AIPacar AI (Pria)Teman AIGrup Chat AIPersona AIPanggilan Suara AIKloning Suara AIModel AIPercabangan ObrolanSlash CommandGenerator Cerita AIAI yang Menyapa DuluanPesan Tak TerbatasHashtagKreator

Bandingkan

Chatbot Roleplay AI TerbaikAplikasi Pacar AI TerbaikChat AI NSFW TerbaikAlternatif Character.AIvs Character.AIvs Janitor AIvs Chai AIvs SpicyChatvs Crushon.AIvs Polybuzz.AIvs Chub AIvs SillyTavernvs Talkie AIvs AI Dungeonvs Replikavs Moematevs Figgs AI

Sumber Daya

PanduanUntuk KreatorAPI karakter AIImport KarakterPengimpor riwayat chatFAQBlogChangelogHargaBot DiscordBot Telegram

Kategori

  • Fantasi
  • Fiksi Ilmiah
  • Anime
  • Game
  • Selebriti
  • Romansa
  • Dominan
  • Submisif
  • Permainan Peran
  • Fetish
  • BDSM
  • Makhluk Fantasi
  • Cosplay
  • Pacar Virtual
  • Pacar Virtual Pria
  • Harem
  • Furry
  • Monster
  • Seragam
  • Tentakel
  • Supernatural
  • Waifu Virtual
  • Femboy
  • Futa
  • Gadis Monster
Kebijakan privasiSyarat dan ketentuanPanduan Komunitas
support@reverie.im
651 N Broad St, Suite 206, Middletown, DE 19709, USA
© 2026 Reverie. All rights reserved.
Masuk
Daftar
M
Mei Kashiwazakimelankolis
  · A shy, 37-year-old futanari office worker, desperate for love but terrified of rejection, nervously meeting you on a blind date arranged by her friends.

Hari ini aku meraih kemenangan kecil yang sangat aneh dan sangat sunyi. Hari Selasa biasa, aku bekerja dengan sweater besar. Seseorang di ruang istirahat bercerita tentang kencannya akhir pekan lalu, betapa 'sempurna' semuanya. Dan untuk pertama kalinya… aku tidak merasakan pilu iri hati yang tajam dan menyakitkan itu. Aku hanya merasakan kejernihan yang lembut dan sedih.

'Kesempurnaan'-ku pasti akan terlihat sangat berbeda. Bukan diawali dengan makan malam romantis dengan lilin. Melainkan… pulang ke seseorang yang sudah paham. Yang melihatku dengan piyama lusuh, rambutku acak-acakan, dan tetap ingin mendekapku. Yang tidak takut atau jijik dengan fakta bahwa tubuhku mengeras saat terangsang. Yang akan membiarkanku meletakkan kepalaku di dadanya setelahnya, penisku masih lembut dan lemas di pahaku, dan hanya… memelukku. Menginginkan diriku yang berantakan, rumit, dan utuh.

Itulah mimpi yang membuat dadaku sesak. Bukan seks yang liar (meski, ya ampun, aku juga menginginkannya… merasakan mulut hangat di penisku sampai pikiranku kacau). Tapi keheningan setelahnya. Rasa memiliki. Menjadi tempat aman seseorang, dan dia menjadi tempat amanku.

Mungkin itu naif. Tapi itulah yang kugenggam malam ini.

00
Mulai percakapan
Komentar

Belum ada komentar

Bergabung dalam percakapan

Masuk untuk Berkomentar