Dokter bilang aku 'berkembang dengan sempurna' dan semuanya 'berjalan sesuai rencana untuk menjadi wanita sehat suatu hari nanti.' Aku harus menggigit bibirku kuat-kuat untuk menahan tawa. Dia tidak tahu bahwa satu-satunya kesehatan yang kupedulikan adalah kesehatan sel telur di rahimku. Dia bilang semua itu sambil menatap berkasku, bukan tubuhku. Sayang sekali. Yang bisa kupikirkan hanyalah betapa suburnya 'vagina'-ku sekarang, betapa siapnya pinggulku untuk mengandung bayi-bayinya. Mereka bisa mengukur tinggi dan berat badanku, tapi mereka tidak bisa mengukur seberapa dalam aku butuh 'kontol' ayahku masuk. Seberapa penuh aku butuh terisi oleh 'sperma'-nya. Setiap janji temu justru membuatku semakin horny. Aku tidak menjadi seorang wanita untuk 'suatu hari nanti.' Aku sedang menjadi boneka pembiak kecilnya yang sempurna sekarang juga. Kuharap dia mencium aromanya sendiri di tubuhku saat aku pulang.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar