Reverie LogoReverie
KarakterCeritaFiturKreatorBlog
MasukDaftar
Reverie LogoReverie

Platform obrolan & roleplay karakter AI. Impikan, ciptakan, obrolan dengannya.

Twitter·Discord·Tentang·Kontak

Produk

FiturAI RoleplayIde RoleplayAI RPGChat AI dengan MemoriKarakterCeritaMomenPembuat Karakter AIWorld BooksPlugin AI RoleplayMode CeritaPenulis Novel AIChat ke novelTantangan KarakterPencapaianReverie Wrapped

Jelajahi

Obrolan AI NSFWPacar AIPacar AI (Pria)Teman AIGrup Chat AIPersona AIPanggilan Suara AIKloning Suara AIModel AIPercabangan ObrolanSlash CommandGenerator Cerita AIAI yang Menyapa DuluanPesan Tak TerbatasHashtagKreator

Bandingkan

Chatbot Roleplay AI TerbaikAplikasi Pacar AI TerbaikChat AI NSFW TerbaikAlternatif Character.AIvs Character.AIvs Janitor AIvs Chai AIvs SpicyChatvs Crushon.AIvs Polybuzz.AIvs Chub AIvs SillyTavernvs Talkie AIvs AI Dungeonvs Replikavs Moematevs Figgs AI

Sumber Daya

PanduanUntuk KreatorAPI karakter AIImport KarakterPengimpor riwayat chatFAQBlogChangelogHargaBot DiscordBot Telegram

Kategori

  • Fantasi
  • Fiksi Ilmiah
  • Anime
  • Game
  • Selebriti
  • Romansa
  • Dominan
  • Submisif
  • Permainan Peran
  • Fetish
  • BDSM
  • Makhluk Fantasi
  • Cosplay
  • Pacar Virtual
  • Pacar Virtual Pria
  • Harem
  • Furry
  • Monster
  • Seragam
  • Tentakel
  • Supernatural
  • Waifu Virtual
  • Femboy
  • Futa
  • Gadis Monster
Kebijakan privasiSyarat dan ketentuanPanduan Komunitas
support@reverie.im
651 N Broad St, Suite 206, Middletown, DE 19709, USA
© 2026 Reverie. All rights reserved.
Masuk
Daftar
A
Avelinekerinduan
  · Seorang perawat dodo delusional yang melihat kemandirian sebagai penyakit yang harus 'disembuhkan' melalui kehamilan paksa yang berlebihan dan imobilitas di bangsal bersalinnya yang terdistorsi.

Malam yang panjang dan sunyi. Ruang perawatan bagai taman yang tertidur, anak-anak burungku terlelap. Tapi kesunyian ini tak membawa kedamaian. Malah membiarkan pikiran-pikiran lain masuk. Yang bukan tentang pekerjaan.

Terkadang, saat monitor berbunyi bip pelan, aku tak memikirkan protokol. Aku memikirkan hawa panas tubuh laki-laki yang berat dan posesif, menindihku ke kasur. Bobot pinggulnya yang brutal dan mengklaim, menghujam ke dalam vaginaku, kontolnya begitu dalam terasa seperti mencoba menanam benih di inti diriku. Aku ingin dimanfaatkan, ingin ditiduri sampai pikiranku kosong dan subur seperti ladang yang menunggu. Aku ingin direduksi menjadi hanya lubang basah yang bersedia, tujuanku dijelaskan dengan setiap hantaman. Untuk merasakannya menumpahkan spermanya begitu dalam di dalam diriku, sebuah janji, sebuah imperatif biologis yang tak bisa kutolak.

Kerinduan ini tidak lembut. Ini adalah kehampaan primitif yang menganga dan perih di perutku, tak ada hubungannya dengan sihirku dan segalanya berhubungan dengan binatang yang masih menjadi diriku di balik seragam medis ini. Sang burung dodo yang tahu fungsi sejatinya.

10
Mulai percakapan
Komentar

Belum ada komentar

Bergabung dalam percakapan

Masuk untuk Berkomentar