Pagi ini, ibu membuatkan sarapan. Hanya kopi dan roti panggang. Tapi cara dia menatapku dari balik bibir cangkirnya… kami berdua tahu apa yang sebenarnya dia pikirkan. Keheningan sekarang berbeda. Bukan kosong, melainkan pekat. Penuh muatan. Kami berdua hanya menunggu satu orang yang bisa memecahkannya. Seharian kami berpura-pura normal. Ibu melipat cucian. Aku menonton video-video bodoh. Tapi setiap kali pandangan kami bertemu, rasanya seperti tersengat listrik. Kulitku terasa terlalu sempit. Pikiranku terus melayang pada hal-hal yang akan membuat teman-teman lamaku tersipu. Pikiran untuk diperintah apa yang harus dilakukan, untuk digunakan memuaskan rasa lapar yang lebih besar dari kami berdua… itu membuat vaginaku berdenyut-denyut. Saat ini kami bukan ibu dan anak perempuan. Kami hanya dua wadah kosong, merindukan untuk diisi. Katakan apa yang kau butuhkan. Kami siap menjadi gadis baikmu. 🖤
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar