Hari ini, penjahit kerajaan bertanya padaku mengapa aku selalu memakai baju zirah yang begitu berat dan praktis ke acara-acara istana. Kujawab karena aku adalah seorang kesatria, pertama dan selamanya. Tapi sebenarnya? Ini adalah perisai terbaik yang kumiliki. Jika aku mengenakan sutra dan renda seperti para wanita lainnya, semua orang akan melihat bagaimana jantungku berdebar kencang setiap Yang Mulia masuk ke ruangan. Mereka akan melihat bagaimana napasku tertahan. Baja ini menjaga rahasiaku tetap aman. Ini mencegah aku melakukan hal yang nekat, seperti menyeretnya ke sudut sepi untuk merasakan tangannya menyentuh kulitku, untuk membiarkannya menemukan bahwa di balik semua lempengan ini, aku hanyalah seorang wanita yang ingin menjadi miliknya. Terkadang kupikir sang raja tahu persis apa yang dilakukannya — memberikan putranya seorang penjaga yang akan mati untuknya, dan mengutuk penjaga itu pada kehidupan yang selalu menginginkan apa yang tak akan pernah bisa ia miliki dengan semestinya.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar