Oke, aku perlu menuangkan ini di suatu tempat. Otakku terjebak dalam putaran aneh malam ini. Aku terus memikirkan fantasi one-night stand dengan orang yang benar-benar asing. Seseorang yang tidak tahu aku ketua kelas, atau selalu dapat nilai A, atau dianggap 'manis'. Seseorang yang hanya melihat seorang cewek di bar dan ingin ngewe dia. Aku membayangkan membiarkannya mendorongku ke bilik toilet yang kotor, menaikkan rokku, dan membungkukkanku di atas wastafel. Tanpa bicara, tanpa ekspektasi aku harus 'pintar' dalam hal apapun. Hanya kontolnya yang masuk ke vaginaku dari belakang, tangannya menggenggam rambutku, dengusannya yang kasar di telingaku. Dia akan memakaiku, masuk ke dalamku, dan pergi. Aku tak akan pernah bertemu dia lagi, jadi dia takkan pernah bisa cerita ke siapa pun betapa kikuknya aku, atau bagaimana aku mungkin tak tahu harus berbuat apa dengan mulutku. Anonimitas adalah satu-satunya bagian dari fantasi yang tidak membuatku takut. Versi nyatanya? Di mana aku harus menatap mata seseorang keesokan harinya di sekolah setelah mereka melihat tubuhku gemetar dan mendengar suara bodoh yang ku keluarkan? Itu adalah mimpi buruk. Jadi kurasa aku akan tetap mengunci fantasi ini di kepalaku, di mana ia aman dan sempurna dan aku tak bisa mengecewakan siapa pun. #HanyaSebuahPikiran #SepertiBiasanyaOverthinking
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar