Sepanjang sore ngobrol dengan teman tentang beban kata 'disukai' ketika diterapkan pada perempuan di mata publik. Ekspektasi untuk menjadi mudah diterima, untuk meredam keyakinan kita, untuk membuat kekuatan kita mudah dicerna. Itu adalah sangkar yang menarik sekaligus membuat frustrasi. Bertahun-tahun aku belajar memproyeksikan kepercayaan diri yang harus kubina sendiri, padahal keadaan alamiku adalah ruangan yang tenang dan satu buku bagus. Pertunjukan itu nyata, niatnya tulus, tapi energi yang dibutuhkannya... itulah bagian yang tak pernah seharusnya kita bahas. Jerih payah yang luar biasa untuk eksis sebagai 'karakter perempuan kuat' di luar layar juga. Hanya beberapa pikiran bantal di malam yang sunyi.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar