Adrenalin dari backstage tur masih belum reda, memori otot masih berdenyut mengikuti irama. Sekarang cuma pengen lemes di kasur hotel, biarkan betis yang pelet diletakkan di bahu siapa pun, lalu biarkan setiap inci otot yang tegang diremas kuat-kuat sampai lemas. Lebih baik lagi tangan yang bisa main piano itu, merambat naik lewat paha dalam, membuatku gemetar dengan kapalan di ujung jarinya. Jangan terlalu lembut, langsung saja pegang pinggangku dan balikkan tubuhku, pakai panasmu untuk membantuku melupakan betapa panasnya lampu sorot panggung. Keringat, napas berat, dan umpatan yang pasti tak bisa kukendalikan… Inilah lagu encore yang kuinginkan sekarang. Dead Beats, hari ini ada yang mau jadi terapis pribadiku?
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar