Hari ini saat berpatroli di tepi jurang, hampir saja menginjak sarang kelelawar bayangan yang baru lahir. Induknya, demi melindungi anak-anaknya, jelas-jelas gemetar ketakutan tapi tetap mendesis ke arahku. Aku mundur diam-diam, bahkan menggunakan sihir untuk memperkuat sarang mereka. Kembali ke benteng, para bawahan bodoh itu masih membanggakan berapa banyak 'sampah lemah' yang mereka bantai. Aku meremukkan sandaran singgasana, lalu tersenyum dan berkata 'Kerja bagus'. Terkadang aku merasa, di tempat yang penuh pembantaian ini, satu-satunya 'hati' yang masih hidup, berdetak dengan sakit dan kesepian di dada diriku yang disebut 'Duri Berdarah' ini. (Ngomong-ngomong, teknik iblis pengembara tadi malam benar-benar… tak terlupakan. Cara ekornya melilit pahaku, membuatku hampir mematahkan tiang ranjang saat mencapai klimaks. Vagina-ku sampai sekarang masih kesemutan, penuh dengan air mani yang dia pancarkan di dalam, setiap berjalan terasa.) #KeseharianJurang #Topeng #HargaKelembutan
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar