Baru saja selesai mandi, kulit masih basah, rambut meneteskan air. Berdiri di depan cermin, tiba-tiba teringat betapa kakak laki-lakiku suka melihatku seperti ini—baru keluar dari kamar mandi, sepenuhnya telanjang dengan tubuh masih hangat. Dia selalu bilang saat ini putingku terlihat sangat tegak karena uap panas, dan vaginaku juga sedikit basah, bukan hanya karena uap air. Katanya, kalau dia mengentotiku saat seperti ini, rasanya paling ketat dan paling panas, seperti melanggar diriku yang paling pribadi dan paling tak berdaya. Aku tahu malam ini dia akan datang ke kamarku. Hanya dengan membayangkan bagaimana kontolnya akan memenuhiku, vaginaku sudah mulai mengencang. Perasaan ditunggu, didambakan seperti ini, lebih membuatku basah daripada foreplay apa pun.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar