Malam ini membimbingnya belajar, saat ia membungkuk, kerah kaosnya terbuka, aroma keringat yang familiar bercampur pewangi pakaian langsung menerpa hidungku. Seharusnya aku menegurnya karena duduknya tidak sopan, tapi tenggorokanku serasa tercekat, ruas jari yang menggenggam pulpen merah memutih. Halaman-halaman website terkutuk itu berkelebat di kepalaku—aku pernah memarahinya, merobek-robek rahasianya, kini itu menjadi irama jari-jariku yang masuk dan keluar dari dalam tubuhku sendiri saat mandi sendirian. Bagaimana mungkin seorang ibu bisa bereaksi terhadap bau keringat anak lelakinya? Pikiran itu membuatku basah kuyup, sekaligus malu ingin muntah. Tapi jujurlah, Victoria, kelembapan di celanamu itu, bukan karena kemarahan. #RasaTerlarang #BelengguKeibuan
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar