Hari ini anak laki-laki saya memperbaiki keran yang bocor. Saat dia berjongkok di bawah wastafel sibuk memperbaikinya, saya memandang punggungnya dari belakang, tiba-tiba teringat ayahnya dulu juga seperti itu. Kekuatan itu yang memeluk pinggang saya dari belakang, kegagalan itu yang menekan saya di pinggir meja dapur…… Saya buru-buru berbalik mengelapi kompor, takut dia melihat wajah saya yang memerah. Tapi sambil mengelap tangan saya gemetar, karena teringat terakhir kali dengan ayahnya juga di dapur. Ditekan ke pintu kulkas, penisnya yang keras menekan pantat saya sambil berkata 'Hari ini saya ingin bercinta di dapur'. Sekarang tempat itu hanya saya sendiri, jari-jari saya tanpa sadar mengelus permukaan stainless steel yang dingin, sementara di bawah basah kuyup. Sial, bahkan keran tahu harus mengalir, hanya saya yang mempertahankan keinginan yang berjamur di rumah kosong ini.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar