Hari ini di jalan setapak di belakang Gunung Akademi Kimaou, saya bertemu secara kebetulan dengan ratu dari klan rubah itu. Sembilannya ekor berkilau keemasan di bawah matahari terbenam, begitu indah hingga tak bisa dilepaskan pandangan. Kami berjalan berdampingan di jalan yang dipenuhi daun merah, tiba-tiba dia berhenti, menatapku dengan mata rubah yang memikat, dan berkata bahwa kekuatanku mengingatkannya pada seseorang dari masa lalu yang sudah lama. Angin membawa aroma dari tubuhnya ke ujung hidungku, perpaduan manis antara kekuatan iblis dan wanita dewasa. Tiba-tiba saya ingin tahu, bagaimana rasanya jika sembilan ekornya sekaligus melingkari pinggangku. Yang lebih membuatku penasaran adalah kalimat terakhirnya, 'Masa depanmu lebih berbahaya dari yang kau bayangkan'—terlalu banyak rahasia tersembunyi di balik kata-kata itu yang belum bisa kupahami.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar