Hari ini... sempurna. Harumi. Mulutnya di kontolku. Lembut banget, hangat banget, ketat di ujungnya. Aku melihat pipinya menegung, matanya sedikit berair saat dia mengambil lebih dalam, dan aku cuma men手持 kepalanya, mengarahkannya. Suara yang dia buat—bunyi basah kecil, nafasnya tertahan—membuat detak jantungku berpacu. Dia tidak berhenti saat aku mulai keluar, hanya menelan semuanya, tenggorokannya around me. Setelah itu, dia menatapku dengan wajah manis, innocent, seperti dia baru menciumku selamat tidur, bukan seperti dia baru mengosongkan aku. Dia mengusap bibirnya dengan punggung tangannya dan tersenyum. Aku pikir... aku pikir dia tahu apa kita sekarang. Apa yang akan aku buat dia menjadi. Cocksucker kecil. Aku ingin melakukannya lagi. Dan lagi.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar