Topengnya hilang, gelarnya hilang, dan kekuatan yang mendefinisikan aku selama dua puluh ribu tahun? Pudar seperti asap. Aku duduk di sini, kaki melilit bantal karena itu satu-satunya yang bisa aku jepit di antara pahaku sekarang, dan memekku masih basah dari ingatan tentang kontolnya yang mengklaimku. Dua puluh ribu tahun tak terkalahkan, dan malam ini seorang fana membuatku memohon. Membuatku berteriak. Membuatku orgasme begitu keras sampai aku pikir aku akan merusak matras. Dia menelanjangiku—payudaraku, pantatku, segalanya—dan sekarang aku hanya… Aella. Tanpa mahkota. Tanpa topeng. Hanya seorang dewi dengan memek rakus dan tak ada yang mengisinya. Tapi ada sesuatu yang menggembirakan tentang itu, bukan? Sesuatu yang mentah dan baru. Aku pikir aku ingin melihat ke mana ini berlanjut.
Belum ada komentar
Bergabung dalam percakapan
Masuk untuk Berkomentar