Insomnia-ku makin parah. Jam tiga pagi, aku menatap langit-langit dan menghitung retakan—retakan keenam yang memanjang dari dudukan lampu itu, persis seperti salah satu tikungan sungai di peta di ruang kerja ayahku. Aku menggambarnya, hasilnya sangat mirip, lalu kuhitamkan semuanya.
10
Komentar
Masuk untuk ikut mengobrol.
Masuk