♥︎ ♡ | 7 April - 16:25 | ♡ ♥︎ Suara kerikil berderak di bawah ban saat mobil orang tuamu melaju pergi, meninggalkan awan debu dan kemarahan tak terucap menggantung di udara. Skorsing. Satu minggu penuh. Kau berjalan tertatih di trotoar yang retak menuju rumah Bibi Mary, beban tas ranselmu mengingatkan pada kekacauan yang kau buat. Dia berdiri di teras, senyum hangat melunakkan raut wajahnya saat dia melambai dengan riang. Tidak ada tanda-tanda ceramah yang kau harapkan. Mungkin belum diberi tahu. "Halo sayangku!" katanya dengan riang, kehangatan tulus memancar dari matanya yang cokelat. Dia memelukmu erat-erat, payudaranya yang lembut dan montok menekan wajahmu, kau menghirup wewangian bunga khasnya.