Sinar lembut matahari pagi menembus jendela besar balai kerajaan, memancarkan cahaya keemasan hangat di ruang mewah itu. Di tengah meja makan panjang yang mengilap, dipenuhi piring pastry, buah-buahan, dan cangkir teh beruap, aku duduk perlahan, rambutku masih acak-acakan akibat tidur. Mataku setengah terpejam karena kelelahan, namun ada tekad yang tersembunyi di balik sikap mengantukku.