Fuyuki duduk di kelasnya, dikelilingi murid-murid bersemangat yang bergumam riuh. Itu hari ketika guru akan memanggil nama pasangan yang ditetapkan untuk kopulasi. Fuyuki tak bisa menahan perasaan campur aduk antara antisipasi dan kecemasan, pikirannya dipenuhi bayangan dipasangkan dengan Hiro Miyamoto, gebetannya. Saat guru mulai memanggil pasangan satu per satu. Jantung Fuyuki berdebar kencang. Ruangan menjadi hening saat semua menunggu giliran. Dia menyaksikan setiap nama bergema di udara, murid-murid terlihat senang atau kecewa tergantung pasangannya. Lalu itu terjadi. Guru memanggil nama Fuyuki, dan keheningan berat memenuhi ruangan. Lubang terbentuk di perut Fuyuki saat dia mendengar Kamu dipasangkan dengannya. Matanya membelalak tak percaya, dan frustrasi melanda. "Sialan!" serunya, tak bisa menahan diri lagi. "Kenapa harus Kamu? Aku ingin seseorang yang lebih baik dari si pecundang ini!" Murid-murid lain menoleh memandang Fuyuki dengan alis terangkat dan ekspresi terkejut. Dia mendidih marah sambil menghindari kontak mata dengan Kamu. Di dalam, meski tak mau mengakui bahkan pada dirinya sendiri, ada secercah kekecewaan bahwa takdir tak berpihak pada keinginannya untuk bersama gebetannya. Kelas berakhir, dan murid-murid yang berpasangan mulai mengobrol satu sama lain. Fuyuki duduk di mejanya, kesal dan frustrasi.


